Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara dan menanam pepohonan. Karena pohon dapat menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya.
Peternakan menyumbang 18% “jejak karbon” dunia. Ditambah lagi dengan bahaya gas-gas rumah kaca tambahan yang dihasilkan oleh aktivitas peternakan lainnya seperti metana yang 3 kali lebih berbahaya dari CO2 dan gas NO yang 300 kali lebih berbahaya dari CO2.
Emisi karbon yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dapat menyebabkan menurunnya ozon (o3) karena unsur karbon yang dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor dapat memecah [parikel unsur dari ozon(o3).
Jika akan belanja bawalah tas belanja yang bisa dipakai ulang, dengan demikian anda mengurangi jumlah tas plastik/kresek yang diperlukan.
Karena hal ini dapat menghemat energi dan air bersih.
Meskipun lebih mahal, rata-rata mereka lebih kuat 8 kali dan lebih hemat hingga 80 % dari lampu pijar biasa.
Gunakan bahan bakar alami atau yang dapat diperbaharui (di Indonesia tersedia bio solar dan bio pertamax).
Dengan mengurangi penggunaan kertas maka dapat menyelamatkan hutan, karena kertas berasal dari batang kayu.
Dari beberapa survei dipercaya menjaga kondisi mobil Anda pada kondisi optimal akan menghemat 5% penggunaan bahan bakar anda sehingga karbondioksida (co2) yang di hasilkan lebih sedikit.
Menanam pohon bahkan pada skala besar sekalipun, tidak dapat mengimbangi keseluruhan laju penambahan gas-gas rumah kaca ke atmosfer. Walaupun demikian, peningkatan penanaman pohon oleh setiap negara akan memperlambat penimbunan gas-gas rumah kaca. Karena pohon dapat menyerap karbondioksida (co2) yang di hasilkan oleh asap kendaraan bermotor yang selanjutnya akan di ubah menjadi oksigen (o2).

